Sempat Pecah Kongsi Beginilah Cara Chef Afit Besarkan Holycow

steak holycow

Kamu para warga ibu Kota tentu tak asing dengan nama Holycow yang menjadi perbincangan hangat para pecinta kuliner khususnya. Anda pecinta wagyu tentu tahu tentang Holycow ini karen konsep yang ditawarkan adalah dimana kita bisa menikmati wagyu tersebut dengan harga yang cukup terjangkau.

Dibalik kesuksesan dan nama besar itu ada nama Afit Dwi Purwanto yang berusaha keras untuk menjadikan wagyu bisa dinikmati oleh semua orang. Wagyu yang dikenal cukup mahal dicoba Afit untuk disajikan dengan harga yang terjangkau namun kualitasnya pun tetap nomor satu.

Dalam hal apapun terutama dalam bisnis tentu tidak ada yang selalu mulus dalam mencapai suksesnya. Ini pula yang dirasakan dan dialami oleh Afit yang harus menjalani jalan berliku-liku dalam perannya menjadi seorang entrepreneur. Namun, semangatnya untuk tetap kerja keras dan pantang menyerah menjadikannya tetap konsisten dengan komitemnnya meskipun tekanan dan berbagai penghalang  yang sempat dialaminya.

“Sejak duduk di bangku kuliah saya memang punya tekad bulat untuk menjadi seorang pengusaha”

Sejak masa kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Trisakti ia sudah mulai untuk membangun mimpinya ini. Usaha dari mulai menjual kaus distro sablonan pun pernah ia geluti bahkan salah satu VJ MTV pun pernah memakai kaus buatannya itu. Dikarenakan saat itu Afit masih belum tau betul bagaimana mengelola keuangan yang baik dan tidak bisa memutar uang karena gaya hidupnya saat itu jadilah bisnisnya itu pun selesai.

(Baca Juga : Muda dan Berpretasi, Anisa Purbandari Sukses Dirikan Student Job)

kunci sukses

Tekadnya untuk berbisnis semakin mantap saat dirinya bertemu dengan Lucy Wiryono yang sekarang menjadi istrinya. Bersama sang istri mereka pun pernah mendirikan trading company dan juga bisnis keripik. Lagi-lagi memang untuk mencapai sukses itu tidak ada yang instant pada saat itu pun ia harus mengalami kegagalan bahkan ia sempat tertipu Rp 300 juta lebih.

Dari dua bisnis yang ia dirikan dan mengalami kegagalan itu ia dan istrinya banyak belajar. Pelajaran pertama yang ia dapatkan adalah jika dirinya hanya terpatok pada keuntungan yang besar dan juga cepat. Kedua, dirinya kurang memahami betul bagaimana seluk beluk mengenai bisnis yang ia tekuni.

Pecah Kongsi

Bulan Desember tahun 2009 adalah tahun yang sangat bersejarah bagi Afit karena dirinya kembali mencoba peruntungan di dunia bisnis. Hobinya yang suka makan steik juga kepiawannya dalam menemukan bumbu-bumbu sedap di dapur menjadi perpaduan yang sangat pas sehingga sebuah merk bernama Holycow pun lahir.

“Wagyu for everyone”

Begitulah tagline yang ingin diangkat olehnya agar wagyu bisa memasyarakat.

Holycow memiliki warung pertama di daerah Jalan Radio Dalam yang bertempat di sebuah bengkel kaca mobil. Setelah enam bulan berlangsung Holycow pun sudah memiliki gerai permanennya di Senopati yang didapat dari hasil kredit investasi.

Pil pahit kembali harus ditelan oleh Afit pada saat ia bersama partner bisnisnya memiliki perbedaan visi dan misi yang berbeda sehingga dirinya memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kerja sama. Hingga akhirnya keduanya pun mengambil keputusan untuk membesarkan nama “Holycow” nya masing-masing.

holycow

Keduanya bersama-sama tetap bersaing dengan cara yang sehat dan saling mendukung. Kemudian Afit pun mengembangkan bisnis wagyunya yang diberi nama dengan Holycow Steakhouse by Chef Afit. Ia memberikan ketegasan dalam brand yang dimilikinya sehingga orang-orang lebih tahu jika itu adalah masakan yang dibuat oleh Chef Afit bukan yang lain. Meski begitu masih banyak orang yang tidak mengetahui perbedaan itu karena memang ini butuh waktu.

chef afit

Hal yang berat saat berpisah dan pecah dengan Holycow masing-masing karena ia harus menanggung para karyawannya berjumlah 28 orang yang ikut bersama dirinya. Kerja lebih keras tentu dilakukan oleh semua tim demi keberlangsungan bisnis yang sudah dijalani ini.

Jatuh dan bangun dalam dunia bisnis tentu adalah yang sangat wajar bahkan untuk yang sudah sukses besar sekalipun maka dari itu langkah Lucy dan Afit untuk mengganti nama juga logo adalah langkah yang tepat agar para konsumen harusnya lebih membedakan untuk keduanya.

Satu yang penting dalam berbisnis tidak ada yang sukses dengan isntan semua harus dijalani dengan kerja keras, sabar, pantang menyerah, inovasi dan juga komitmen yang tinggi untuk sama-sama membangung bisnis yang sudah dimulai.

Semangat para entrepreneur!