Go Green Tak Sebatas Gerakan Menanam Pohon

gerakan go greens

Gerakkan go green yang sudah lama di  publikasikan untuk menjaga kelestarian bumi mungkin akan kehilangan masanya. Sebab gerakkan go green ini hanya terfokus mungkin pada penghijauan kota dan tempat lain sebagainya. Dan semua kalangan yang akan berpartisipasi. Dari orang tua sampai anak-anak SD ataupun TK pun akan berkecimpung didalamnya. Lalu apa gerakan go green hanya terfokus pada penanaman pohon-pohon saja. Kalau malah faktor terbesarnya dilalaikan.

(Baca : Media Promosi Ramah Lingkungan Dengan Tas Spunbond)

Terkadang percuma kita menanam seribu pohon kalau asap kenderaan tetap dibiarkan menghembus. Sebab banyaknya pohon yang ditanam masih kurang dengan banyaknya asap kendaraan yang mengebul. Karena, memang kurangnya perhatia pemerintah dalam hal ini. Maka, sulit menerapkan kata “ramah lingkungan” di bumi Indonesia ini.

Karena kesadaran dari dalam diri belum bisa dibentuk dari dalam pribadi setiap masyarakatnya. Banyak contoh yang bisa dipaparkan disini. Seperti halnya banyak plang-plang di jalanan yang mengingatkan agar kita menjaga kebersihan sungai. Tapi saat kita menengok kebawah dibawah jembatan yang diatasnya ada plang tersebut sangat penuh dengan sampah dan lebih mirisnya jauh dari kata sehat. Disini seharusnya disimpulkan, jangan hanya ada slogan “gerakan go green” kalau memang tidak bergerak.

Namun, realisasi terhadap pentingnya go green bagi masa yang akan dating juga perlu diperhatikan, seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan menggunakan kertas daur ulang juga sangat penting untuk diperhatikan.”

global warming

Oleh karena itu, go green bisa menjadi hanya sebuah omong kosong kalau hal-hal penting yang sangat mendukung terwujudnya kelestarian bumi tidak diperhatikan ataupun dilirik sedikit pun. Maka, harus ada penegasan dalam mewujudkan hal ini. Marilah kita mulai dengan minim penggunaan kendaraan pribadi.

tas belanja ramah lingkungan