Suksesnya Perusahaan Desain Pertama Yang Ada Di Indonesia

Graphic-Design

Desain grafis? kira-kira apa yah yang bisa dijadikan peluang usaha dari profesi ini?

Sebagian dari kamu mungkin meragukan atau bahkan merasa jika dari profesi tersebut tidak terlalu memiliki peluang usaha. Tapi nyatanya ada sebuah perusahaan crowdsourcing desain pertama di Indonesia yang sanggup sukses dan besar sampai sekarang ini.

Lalu sebenarnya bagaimana sistem bisnisnya?

Bagi anda yang masih asing mungkin bertanya-tanya bagaimana proses bisnisnya hingga bisa mendapatkan keuntungan yang pada akhirnya bisa menjadi suatu peluang usaha yang kian hari makin diminati oleh masyarakat. Didasari dari sebuah pengamatan saat masyarakat membutuhkan jasa desain untuk membuat poster, brosur, banner, kartu nama, dan lain sebagainya kemanakah kamu akan menemukan solusinya?

Logo_Sribu_New_red_680x300

Banyak cara yang bisa di pilih baik itu melalui jasa freelance atau desainer lepas dan juga bisa menggunakan agensi. Dari pilihan-pilihan tersebut tentu saja memiliki kekurangan dan juga kelebihannya masing-masing. Dari hal itulah seorang pemuda bernama Ryan Gondokusumo melihat ini sebagai kesempatan bisnis sehingga ia pun mendirikan sebuah perusahaan crowdsourcing desain secara online bernama Sribu. Di awal ia mendirikan bisnis ini pemainnya belum banyak karena mungkin orang-orang belum bisa melihat dan memanfaatkan kesempatan bisnis ini. Sejak saat itulah Sribu hadir sebagai pelopor pertama.

Lewat Sribu disini ternyata Ryan coba menawarkan desain yang bagus dengan beragam pilihan, kualitas yang tentu terjaga dan tidak lupa pula masih dengan harga yang terjangkau. Disini calon pembeli biasanya akan dihadapkan pada tiga pilihan paket yang berbeda-beda dan itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dimulai dari paket bronze, silver dan gold. Harganya pun beragam mulai dari 1,5 juta rupiah hingga 9 juta. Setelah itu nanti anda akan diminta untuk menuliskan deskripsi mengenai desain seperti apa yang anda inginkan. Setelah proses pembayaran selesai dalam waktu 7 hari kamu akan dihadapkan dengan ratusan desain yang tentu berkualitas dari para partisipan komunitas Sribu dan lalu kemudian kamu memilih yang terbaik dari beberapa pilihan tersebut.

Setelah menjelaskan mengenai bisnis online, Ryan menjelaskan sedikit rencana Sribu.com ke depannya. Sribu ingin dibawa ke tahap internasional. Saat ini 90% dari pengguna Sribu masih merupakan bisnis dan pengunjung lokal, padahal Sribu memiliki kapabilitas untuk menghasilkan desain bagi pebisnis di luar Indonesia karena desain merupakan barang virtual dan tidak perlu deliver/diantar. “Dengan adanya investasi baru dari Infoteria, kami akan gencar membidik pasar baru seperti Singapura dan Jepang. Kami yakin dengan produk kami.” Tegas Ryan sambil mengakhiri interviewnya dengan pihak Nekat Usaha.

Itulah sebuah pengalaman bisnis usaha yang cukup menarik bagri Ryan Gondokusumo. Memang perjuaangan dalam mengembangkan sebuah bisnis usaha itu memerlukan ketekunan, kesabaran dan juga tentunya kreatifitas yang membuat perusahaan yang dia bangun sampai saat ini masih menjadi yang terbaik untuk urusan crowdsourcing desain di Indonesia.